Martinez Kecewa Belgia Dibungkam Swiss

Martinez Kecewa Belgia Dibungkam Swiss

Hasil mengecewakan didapatkan oleh tim nasional Belgia kala bertamu ke markas Swiss dalam lanjutan pertandingan UEFA Nations League. Swiss sukses membalikkan keadaan meski sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu dari Belgia.

Pelatih Belgia, Roberto Martinez mengakui bahwa dirinya sangat kecewa atas hasil negatif yang diraih oleh timnya dalam pertandingan tersebut. Ia kecewa karena timnya tidak mampu mempertahankan keunggulan yang didapatkan sehingga akhirnya harus menyerah dengan skor telak 5-2 dari tuan rumah.

“Kami mengawali pertandingan dengan sangat baik dan mampu mencetak dua gol lebih dulu untuk mendapatkan keunggulan. Kami benar-benar tampil sangat terorganisir saat itu. Saya pikir apa yang terjadi setelahnya adalah seperti layaknya sebuah partai final. Semua pemain Swiss maju ke depan untuk bisa mendapatkan peluang dan menciptakan momentum yang mereka inginkan,” ucap Martinez.

“Penalti sangat mengganggu konsentrasi kami. Setelah gol pertama mereka, kami tidak bertahan dengan baik dan memberikan begitu banyak ruang bagi para pemain Swiss. Saat posisi 2-1 kami seharusnya mampu mengendalikan permainan dengan lebih baik lagi dan sayangnya kami tidak bisa melakukan hal itu kali ini dan itu tentu sangat mengecewakan,” tambahnya.

Kemenangan telak ini membawa Swiss ke puncak klasemen Grup 2 dan mengamankan satu tempat di semifinal UNL 2018-2019. Meski memiliki perolehan poin yang sama dengan Belgia, namun Swiss lebih unggul dalam hal produktifitas gol.

Bertandang Ke Wembley, Kroasia Tanpa Rakitic

Bertandang Ke Wembley, Kroasia Tanpa Rakitic

Bertandang Ke Wembley, Kroasia Tanpa Rakitic

Laga krusial di Grup 4 UEFA Nations League akan mempertemukan tuan rumah Inggris menghadapi Kroasia di Wembley Stadium Minggu malam WIB. Kemenangan menjadi harga mati bagi kedua tim jika ingin lolos ke babak semifinal dengan mewakili grup 4.

Jelang pertandingan tersebut, beban berat harus dipikul oleh Kroasi karena selain harus tampil di markas lawan, mereka juga dipastikan tidak akan tampil dengan kekuatan terbaik setelah gelandang andalan mereka, Ivan Rakitic dipastikan absen karena dibekap cedera. Cedera Rakitic didapatkan dalam pertandingan sebelumnya melawan Spanyol dan hal itu langsung disampaikan oleh sang pelatih, Zlatco Dalic.

“Rakitic akan kembali ke Barcelona. Ia mendapatkan cedera serius. Anda tahu bahwa saya tidak suka mengambil resiko terkait kebugaran pemain. Jika ada keraguan cedera akan semakin bertambah serius, maka kami akan membiarkan pemain tersebut untuk istirahat,” ucap Dalic.

“kami hanya ingin tampil dengan pemain yang benar-benar fit dan Rakitic saat ini tidak berada dalam kondisi 100 persen. Jadi, sangat disayangkan bahwa kami akan tampil tanpa dirinya,” tambahnya.

Seusai membantu Kroasia meraih kemenangan atas Spanyol, Rakitic mendapat masalah di bagian paha belakangnya. Meski belum menjalani pemeriksaan menyeluruh terkait cedera tersebut, namun dikhawatirkan bahwa kondiri Rakitic akan semakin memburuk jika dirinya tetap dipaksakan untuk bermain menghadapi Inggris hari Minggu nanti.

Saat ini Dalic tengah fokus untuk mencari pengganti yang sepadan untuk mengisi posisi dari Rakitic tersebut. Skuat Kroasia sejatinya masih memiliki beberapa nama yang siap diduetkan untuk menggalang lini tengah yang tangguh bersama dengan Luka Modric yakni Mateo Kovacic, Milan Badelj hingga Josip Brekalo.

Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso Akui Keunggulan Dari Juventus

Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso Akui Keunggulan Dari Juventus

Gennaro Gattuso selaku Pelatih asal AC Milan mengakui bahwa Juventus memang bermain lebih baik daripada timnya. Gattuso juga mengungkapkan dan menyoroti sikap Gonzalo Higuain yang saat laga langsung menghadapi Juventus mendapatkan dua buah kartu kuning.

Gattuso mengatakan, “Kami tidak bisa membuat alibi atau alasan apapun, kartu kuning atau tidak. Kami memang sudah kalah dari tim yang sangat jelas memiliki kualitas lebih baik dari tim kami, AC Milan”.

Gennaro Gattuso selaku Pelatih asal AC Milan mengakui bahwa Juventus memang bermain lebih baik daripada timnya

“Kami sudah melakukan apa yang seharusnya kami lakukan. Juventus bermain dengan baik dan tidak mengahancurkan kami. Saat laga berlangsung mereka juga mengalami kesulitan. Mereka tidak menang dengan mudah karena kami memberikan perlawanan yang seharusnya kami berikan ke tim tersebut”,

“Mungkin jika pinalti yang dilakukan oleh Higuain masuk kegawang, hal itu akan merubah jalannya laga. Juventus memang unggul dalam fisik dan kecepatan. Selain itu, saya juga sangat berharap bahwa Higuain mampu mengontrol diri pada laga selanjutnya. Higuain juga harus meminta maaf kepada wasit atas tingkah laku dan prilakuknya saat berada di lapangan”, ungkap Gattuso.

AC Milan harus kalah dari Juventus dengan skor akhir 0 – 2. Gol yang dibuat oleh Mario Mandzukic dan Cristiano Ronaldo membuat Rossoneri harus merelakan tiga buah poin dari kandangnya sendiri.

Hasil tersebut juga membuat AC Milan harus rela berada diposisi kelima pada klasemen sementara Serie A dengan sudah mengumpulkan 21 poin. Rossoneri harus tertinggal 13 poin dari Juventus yang saat ini berada di posisi puncak klasemen sementara.

Pemain Top Dunia Yang Tampil Kurang Maksimal Di Musim Ini

Pemain Top Dunia Yang Tampil Kurang Maksimal Di Musim Ini

Performa dari seseorang pesepak bola tidak selalu berada dalam kondisi yang konsisten. Terkadang performa mereka saat beradu didalam lapangan selalu mengalami penurunan. Bahkan pemain sekelas dunia sekalipun juga pernah mengalami masa sulit.

Hal tersebut terjadi karena berbagai alasan yang berbeda-beda. Terdapat beberapa pemain kelas dunia yang pada musim mengalami penurunan. Aksi mereka dilapangan bisa dibilang sangat mengecewakan.

Dilansir oleh media Fox Sports, berikut beberapa pemain kelas dunia yang performanya mengalami penurunnan pada musim ini:
1. Alexis Sanchez, memang tidak ada yang meragukan kemampuannya diatas lapangan, Bintang asal Chile ini berhasil menunjukkan performa hebat dalam setiap laga bersama dengan Arsenal dan Barcelona.

Alexis Sanchez

Akan tetapi, performa Sanchez mengalami penurunan setelah memutuskan untuk hijrah ke MU. Sampai saat ini dirinya masih mengalami kesulitan untuk bisa memberikan dampak besar untuk United.

2. Luka Modric, tampil sangat luar biasa pada musim lalu baik itu di tingkat biasa maupun internasionl. Setelah berhasl memenangkan Laga Liga Champions, dirinya berhasil membawa Kroasi kebabak final Piala Dunia dan berhasil meraih piagam penghargaan Golden Bell.

Luka Modric

Tetapi perform terbaiknya tidak terlihat pada musim ini. Modric masih belum menemukan performa terbaiknya sehingga dirinya menjadi alasan mengapa Real Madrid mengalami keterpurukkan dimusim ini.

3. Mohamed Salah, dirinya memang sudah berhasil mencetak 7 gol dari 16 laga bersama Liverpool disemua laga musim ini. Dibandingkan dengan musim lalu, dirinya mengalami penurunan banyak pada musim ini.

Mohamed Salah

Salah menjadi bintang Manchester United dengan sudah berhasil mencetak 44 gol pada musim lalu. Dirinya hanya tertinggal beberapa poin dari Lionel Messi dalam semua laga dimusim lalu.

4. Manuel Neuer, kemungkinan saat ini memang tidak membuat kesalahan saat berlaga bersama dengan Bayern Munchen tetapi dirinya juga tidak menunjukkan performa seperti biasanya. Hal tersebut mengakibatkan dirinya sedikit mengalami penurunan saat melakukan laga bersama dengan Bayern Munchen.

Manuel Neuer

Pemain – Pemain Baru Yang Mampu Mendongkrak Kejayaan Manchester United

Manchester United masih melakukan pemburuan terhadap pemain baru. Hal ini dilakukan mereka untuk meningkatkan performa tim dan membuat tim menjadi tim yang disegani. Performa dari MU pada musim in memang bisa dibilang mengecewakan. Mereka tidak mampu menembus empat besar ajang Premier League.

Manchester United sudah mengalami kekalahan sebanyak 3 kali dari 11 laga yang dijalani mereka. Tidak heran jika Romelu Lukaku dkk terancam diposisi klasemen sementara Premier League dengan hanya mengumpulkan 20 poin saja.

Sang pelatih, Jose Mourinho diharuskan untuk meningkatkan performa semua pemain dan timnya, jika tidak ingin kehilangan pekerjaannya sebagai pelatih di The Red Devils. Untuk itu mereka membutuhkan beberapa pemain baru guna untuk meningkatkan performa tim.

Dilansir oleh media Sportskeeda, berikut beberapa pemain yang dianggap bisa mendongkrak performa MU, diantaranya:
1. Toby Alderweireld, merupakan pemain bek tangguh. Pemain Tottenham Hotspur yang direkrut dari Atletico Madrid pada 2015 ini sudah membuktikannya di Premier League.

Toby Alderweireld

Kontrak dari Alderweireld bersama Spurs ini akan habis pada akhir musim ini. Dirinya juga dikabarkan tidak akan menandatangani kontrak baru dengan Spurs. Dengan demikian Spurs berpeluang besar untuk menjual pemain tersebut pada bursa transfer Januari nanti daripada harus melepasnya secara gratis pada musim panas.

2. Antoine Griezmann, merupakan salah satu pemain terbaik digenerasinya. Dirinya sudah membutikannya beberapa kali. Dirinya menjadi sebuah ancaman untuk pertahanan lawan. Performa dari Lukaku belakangan ini mengalami penurunan dan MU sangat butuh sosok striker yang kuat dan Griezmann dianggap mampu untuk meningkatkan kukuatan lini depan The Reds Devils.

Antoine Griezmann

3. Ousmane Dembele, merupakan salah satu pemain internasional asal Prancis. Dirinya tampil sangat bagus dengan sudah berhasil mengumpulkan 6 gol dan 2 assist dar 14 laga terakhirnya. Gaya permainannya saat berada di Barcelona dikabarkan sangat cocok untuk Manchester United. Dirinya bisa menggantikan posisi Alexis Sanchez sebagai pemain sayap karena akhir akhir ini pemain bintang asal Chile ini masih belum bisa bersinar.

Ousmane Dembele

Barcelona sendiri dikabarkan sudah memberikan lampu hijau kepada klub untuk menemukan pemain baru dibursa transfer Januari nanti. Menginggat pemain tersebut diminati oleh Arsenal, Liverpool dan Chelsea, Manchester United harus bekerja keras guna mendapatkan tanda tangan dari Ousmane Dembele.

Alfonso Pedraza Menjadi Kandidat Pengganti Marcelo Viera di Real Madrid

Alfonso Pedraza Menjadi Kandidat Pengganti Marcelo Viera di Real Madrid

Madrid sedang berusaha mencari pengganti dan penerus dari Marcelo Viera untuk mengisi posisi sisi kiri pertahanan klub. Akhirnya Los Blancos sendiri sudah menemukan kandidat yang dianggap tepat untuk mengganti posisinya yaitu penggawa dari Villarreal, Alfonso Pedraza.

Alfonso Pedraza sangat dibutuhkan karena menginggat Marcelo yang semakin menurun di Real Madrid. Dengan usianya yang sudah memasuki kepala tiga, Real Madrid sangat membutuhkan sosok pemain yang untuk berada disektor bek kiri.

Los Blancos sendiri sudah menemukan kandidat yang dianggap tepat untuk mengganti posisinya yaitu penggawa dari Villarreal, Alfonso Pedraza

Real Madrid memiliki pemain muda seperti Sergio Reguilon yang saat ini berposisi sebagai pelapis Marcelo. Namun dengan mengandalkan pemain ini saja dirasakan memang belum cukup. Selain itu Real Madrid juga masih memiliki The Hernandez yang sedang dipinjamkan ke Real Sociedad.

Sebenarnya masih ada opsi atau pilihan lainnya tetapi pilihan lain masih belum bisa memuaskan Real Madrid. Pedroza memang tampil prima sejak dipinjamkan ke Deportivo Alaves dari Villareal pada awal musim lalu. Dirinya kemudian dibawa pulang dan saat bersama dengan Villarreal dirinya sudah tampil sebanyak 13 kali dimusim ini.

Awal karir dari Pedraza bukanlah dimulai dari bek kiri. Dirinya justru sering bermain sebagai winger kiri. Namun dengan seiring berjalannya waktu, posisi bek lebih banyak diberikan kepada dirinya. Madrid sendiri sudah muali memainkan para pemain muda mereka dibawah kepelatihan dari Santago Solari.

Sergio Reguilon merupakan salah satu nama yang diangkat oleh Solari. Sergio berhasil tampil prima saat melakukan laga Real Madrid kontra Real Valladolid. Hal ini menunjukkan bahwa dirinya sudah siap untuk menjadi pengganti Marcello.

Keraguan Cristiano Ronaldo Terhadap Lionel Messi

Cristiano Ronaldo merasa bahwa kualitas dari para pemain yang masuk dalam nominasi ajang Ballon d’Or 2018 membuat persaingan terasa berat. Bintang anyar asal Juventus ini juga tidak cukup yakin bahkan ragu kalau Lionel Messi bisa masuk dalam tiga besar.

Performa dari Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo di Barcelona serta Real Madrid membuat keduanya berhasil mendominasi gelar gengsi tingkat individu dalam 10 tahun terakhir. Keduanya bahkan sama sama memiliki perolehan trofi yang sama yaitu lima buat trofi.

Bintang anyar asal Juventus ini juga tidak cukup yakin bahkan ragu kalau Lionel Messi bisa masuk dalam tiga besar

Messi dan Ronaldo juga masih menjadi calon terkuat untuk penghargaan tahun ini. Mengingat bahwa keduanya masih sama sama tidak memiliki kekurangan gelar juara bersama dengan klub masing masing pada musim kemarin.

Untuk ajang tahun ini, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi harus bersaing dengan nama nama pemain hebat lainnya seperti Antoine Griezmann dan Luka Modric. Kedua pemain tersebut juga masuk kedalam daftar pemain unggul karena prestasi mereka dalam klub maupun timnas.

Oleh karena itu, Ronaldo merasa bahwa persaingan untuk meraih gelar Ballon d’Or tahun ini dirasakannya sangat berat daripada sebelumnya. Dirinya bahkan tidak cukup memiliki kepercayaan diri yang kuat untuk bisa melihat nama Messi dalam daftar tiga besar.

Kepada majalah France Football. Ronaldo mengatakan, “Bahkan saya tidak tahu apakah Messi akan berada diatas podium kali ini. Jadi mari sebut saja para pemain seperti Griezmann, Salah, Varane, Salah, Mbappe. Para pemain asal Prancis secara umum bisa menjadi juara karena mengingat mereka
adalah pemain juara dunia”.

Pujian Luciano Spalletti Terhadap Pemain Rotasi Inter Milan

Pujian Luciano Spalletti Terhadap Pemain Rotasi Inter Milan

Luciano Spalletti, pelatih Inter Milan memberikan pujian tehadap para pemain berstatus pemain rotasi dalam klub besutannya. Dirinya berpendapat bahwa peran dari para pemain rotasi tersebut sama pentingnya dengan pemain reguler.

Sebelumnya Inter Milan meraih kemenangan kontra Genoa dengan skor akhir 5 – 0. Dalam laga tersebut, Spalletti menyimpan beberapa pemain hebatnya, diantaranya adalah Mauri Icardi. Pujian tersebut dia berikan khususnya untuk Roberto Gagliardini, Dalbert Henrique dan Joao Mario.

Luciano Spalletti, pelatih Inter Milan memberikan pujian tehadap para pemain berstatus pemain rotasi dalam klub besutannya

Spalletti mengatakan, “Ketika saya meninggalkan Gagliardini pada laga kontra Lazio, dirinya sangat kecewa. Selain itu namanya juga tidak terdaftar dalam tim Liga Champions. Namun, hal tersebut tidak membuatnya terhenti untuk memberikan performa terbaiknya untuk Inter Milan”,

“Jika Gagliardini benar menyimpan rasa kekecewaan dan jal tersebut pasti akan berpengaruh terhadap peformanya. Hal tersebut pasti membuat saya untuk tidak mengikut sertakan dirinya dalam tim. Namun dirinya malah menujukkan keprofesionalitas yang hebat”,

“Diklub besutan saya, saya memiliki beberapa pemain yang memiliki mental yang kuat. Selain Gagliardini, ada Joao Mario. Mario sudah lama tidak ikut serta dalam klub namun dirinya selalu menujukkan sikap profesional dalam bekerja karena hal tersebut dirinya berhak mendapatkan penghargaan berupa kesempat untuk bermain menjadi pemain Starter”.

“Dalbert masih suka mengalami kepanikan dan sering membuat kesalahan. Namun dirinya menunjukkan perubahan dengan berhasil tampil prima dalam laga melawan Genoa”, tutup Spalletti.

Kemenangan laga tersbut membuat Inter Milan berhasil mengejar Juventus pada posisi klasemen sementara Serie A.

Ultimatum Petinggi AC Milan Terhadap Gattuso

AC Milan selalu memperoleh kekalahan dalam setiap laga yang dijalaninya. Hal itu membuat sang pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso mendapatkan ultimatum langsung dari Petinggi AC Milan.

Berdasarkan laporan dari La Gazzetta dello Sport, pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso langsung melakukan pertemuan dengan Leonardo dan Paolo Maldini selaku direktur dan petinggi dari AC Milan. Pertemuan tersebut dilakukan setelah peluit akhir dibunyikan di San Siro.

AC Milan selalu memperoleh kekalahan dalam setiap laga yang dijalaninya. Hal itu membuat sang pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso mendapatkan ultimatum langsung dari Petinggi AC Milan

Laporan surat kabar Italia mengklaim bahwa Leonardo dan Maldini melakukan pembicaraan selama beberapa menit dengan Gattuso. Keduanya meminta penjelasan mengenai kinerja dari anak asuhnya pada laga tersebut.

Setelah kekalahan yang dialami AC Milan, Leonardo dan Maldini serta Gattuso langsung melakukan analisis mengenai situasi yang sebenarnya terjadi. Tetapi berdasarkan laporan lain mengatakan bahwa Gattuso telah diberi ultimatum oleh para petinggi AC Milan.

Sebelumnya kepada media, Gattuso mengatakan bahwa dirinya tidak ada alasan lain. Permainan yang buruk memanglah sangat memalukan dan memang harus disalahkan. Dengan kekalahan tersebut membuat dirinya harus berpikir keras guna untuk memperbaiki tim.

Gattuso juga mengungkapkan bahwa saat ini tim memang sedang kehilangan pertahanan dan tidak adanya kelenturan dan ketenangan didalam tim. Untuk saat ini juga mental dari para pemain dan kerapuhan dari tim juga sangat membuatnya khawatir.

Dengan kondisi seperti ini membuat Gattuso harus lebih mengerti dan sampai saat ini mereka belum juga bisa menemukan cara yang harus mereka gunakan untuk bisa memperkuat tim dan membuat kualitas menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

Jose Mourinho Mengatakan Bahwa MU Masih belum Pantas Membicarakan Kans Juara

MU

 

MU
MU

Manchester United di unggulkan menjadi salah satu kandidat juara di liga inggris pada musim tahun 2018-2019,Justru malah Meleset. Manchester united telah gagal untuk meraih start yang mulus, dimana pada saat setan merah menempati Peringkat 8 dengan meraih 17 poin saja.

Kans Setan merah untuk menjadi juara sejatinnya tidak terlalu kecil, Pemain Paul Pogba dan teman-teman hanya berjarak 5 angka saja dari arsenal di peringkat kelima saja dan hanya terpaut 9 poin saja dari Manchester city yang selaku menjadi pemuncak di klasemen.

Tetapi Manajer dari Manchester United yang bernama Jose mourinho sangat enggan untuk membayangkan peluang Juara Timnnya. Karena hal tersebut sangat realistis menurutnya.

“Ketika kita berada di luar 4 besar,, aku rasa tidak seharusnya kami membicarakan mengenao gelar untuk juara,”Tandasnya di lansir dari Goal Internasional.

Menurut Jose Mourinho, peluang setan merah agar menjadi juara masih cukup terbuka, tetapi ia sangat merasa hal tersebut sangat sulit terealisasi karena ada beberapa faktor yang telah menentukannya.

“Pada saat kalian berada di 4 besar, kalian dapat melihat tim yang berada diatas kalian. Kalia juga dapat melihat jarak dengan Tim-tim tersebut, lalu kalian dapat mempelajari jadwal dari sebuah pertandingan,”Tandasnnya.

“Kalian dapat melihat situasi kalian pada sat itu seperti cedera, performa, suspensi lalu kalian dapat merasakan Mengenai peluang untuk juara kalian. Tetapi untuk saat ini kami masih berada diluar 4 besat tersebut.”