Sebagai Pemain Terbaik MU, Pogba Ternyata Punya Satu Kekurangan Konyol

Bek Kiri Manchester United , Luke Shaw menyebutkan bahwa pemain terbaik yang di miliki oleh MU adalah Paul Pogba. Shaw sangat percaya bahwa Pemain asal Prancis tersebut bisa melakukan segalanya di atas lapangan.

Ketika kedatangan Ole Gunnar Solskjaer, Pogba menjadi gelandang yang sangat bersinar dan alhasil ia bisa mecetak banyak asssist dan gol nya kedalam gawang lawan di saat awal awal kedatangan Solskjaer. walau belakangan ini ada sedikit menurun kastanya.

Pogba mengalami perkembangan yang sangat besar di bandingkan dengan di era Jose Mourinho pada musim lalu. di saat itu Pogba bermain dalam keadaan tertekan sehingga ia tidak bisa bermain dengan lepas di atas lapangan.

Dalam ketika sudah di latih oleh Solskjaer, Pogba sudah menjelama menjadi pemain yang santa berkemampuan yang hebat. pasalnya ia selalu memberikan kontribusi untuk meraih kemenangan di dalam Tim kami.

Shaw juga menyebutkan bahwa semua skuat di tim MU ini merupakan pemain pemain yang sangat hebat baik itu di strategi pun maupun skill yang mereka punya. namun jika di pilih salah satu terbaik maka Ia akan menyebutkan Pogba lah yang menjadi pilihan yang tepat.

Walaupun Pogba memiliki skill yang cukup hebat di atas lapangan, di juga memiliki kekurangan di luar lapangan salah satunya ia selalu saja terlambat dalam kehadiran kegiatan di tim kami, walau keterlambatan nya sudah tidak seperti dulu semenjak di era Solskjaer sebagai kepelatihan MU.

Penyebab Jose Mourinho gagal di Manchester United.

Menurut teori Rafael da Silva, Mourinho membuat para pemain MU Frustasi dengan instruksinya
memainkan sepak bola dengan strategi bertahan.

Musim panas pada tahun 2016 lalu, Sang klub Setan Merah ini mengambil keputusan yang besar dengan merekrut Jose Mourinho menjadi manajer klub mereka, menggantikan Louis van Gaal yang dipecat beberapa waktu sebelumnya.

Menurut teori Rafael da Silva,

Dengan prestasi-prestasinya Mourinho dikenal sebagai manajer papan atas di Eropa, hal tersebut pun
sebelumnya menjadi predikat yang bagus dan menghasilkan ekspektasi yang baik untuk mengembalikan kejayaan Manchester United. Akan tetapi, Jose Mourinho dipecat oleh manajemen MU
setelah dua musim.

Sang mantan bek Manchester United ini pun berpendapat bahwa para pemain MU tidak dapat
mengeluarkan kemampuan bermain mereka karna mereka tidak bahagia saat dilatih Mourinho.

Menurut Rafael, beberapa pemain tahu caranya bertahan namun ketika perintahnya semakin memberatkan justru memungkinkan pertahanan mereka menjadi runyam dan tak berarah.

Analisa Rafael ini menunjukkan bahwa Mourinho terlalu memperhatikan aspek bertahan sehingga timnya jengah dengan arahan yang repetitif seperti itu, seharusnya Mourinho dapat meniru cara mantan manajer MU, Sir Alex Ferguson yang mampu memberikan keseimbangan yang cenderung bersifat menyerang.

Sekarang posisi Jose Mourinho digantikan oleh Ole Gunnar Solksjaer, pelatih berusia 45 tahun ini berhasil membuat Setan Merah hanya mengalami 1 kekalahan dari 12 laga.